Penjaga Komodo
Cerita bergambar oleh Little Lantern · Anak-anak · Animasi 3D · Semua umur · Inggris, Turki, Jerman, Spanyol, Portugis, Prancis, Indonesia, Tionghoa, Jepang, Korea
Juga tersedia dalam: English · Türkçe · Deutsch · Español · Português · Français
Putri seorang penjaga berteman dengan anak komodo yang penasaran dan membantu melindungi pantai liarnya.
Di Pulau Kenari, Sari yang berusia sebelas tahun ikut berpatroli bersama ibunya, Ratna, seorang penjaga kawasan. Ia bertemu anak komodo bertanda bintang yang ia beri nama Bintang. Sari belajar aturan pertama di alam liar: amati, jangan sentuh. Bersama Mira, fotografer yang sedang berkunjung, mereka melacak drone yang hilang di wilayah komodo dan menemukan penyu yang bertelur di pantai Bintang. Melewati badai musim hujan dan malam penetasan yang diterangi bulan, Sari belajar bersabar dan berani, dan pantai itu pun menjadi kawasan lindung.
Karakter
- Sari (Penjaga cilik): Gadis sebelas tahun yang tinggal bersama ibunya di pos penjaga dan bercita-cita menjadi penjaga kawasan.
- Bintang (Anak komodo): Anak komodo liar yang penasaran, dengan tanda berbentuk bintang di kepalanya. Ia tinggal di teluk kecil yang tenang di bawah pos penjaga.
- Ratna (Penjaga kawasan): Ibu Sari dan kepala penjaga pulau, yang telah menjaga komodo di sana selama lima belas tahun.
- Mira (Fotografer satwa liar): Fotografer satwa liar yang sedang berkunjung dan kehilangan drone di atas pulau.
Episode 1: Bintang di Pasir
Saat pertama kali berpatroli bersama ibunya, Sari bertemu anak komodo bertanda bintang di kepala, belajar aturan di alam liar, dan melihat drone jatuh dari langit.
Pulau Kenari, Indonesia. Rumah para naga.
Sari: Mama, tunggu! Ini patroli pertamaku!
Ratna: Aturan pertama: kita hanya melihat. Jangan menyentuh.
Sari: Jangan menyentuh. Siap, Ma!
Sari: Jejak kaki! Dan garis panjang... ekor!
Ratna: Pelan-pelan. Tetap di situ.
Julur, julur!
Sari: Ada bintang di kepalanya!
Sari: Bintang. Seperti bintang di kepalanya!
Ratna: Dia hewan liar, bukan milik kita. Tapi namanya bagus.
Ratna: Dia penasaran. Jaga jarak lima langkah besar.
Sari: Lima langkah besar. Janji!
Bzzz... bzzzt!
Sari: Ada yang jatuh dari langit!
Mira: Drone-ku! Semua fotoku selama setahun ada di sana.
Ratna: Jangan khawatir. Kami bantu mencarinya.
Sari: Kenapa Bintang melihat ke hutan?
Mungkin dia sudah tahu di mana drone itu.
Episode 2: Drone yang Hilang
Sari, Ratna, dan Mira mengikuti sinyal terakhir drone melintasi wilayah komodo. Mereka menjaga jarak dari komodo yang sedang tidur, lalu menemukan drone itu dengan Bintang menunggu di bawahnya. Kameranya menyimpan kejutan: seekor penyu bertelur di pantai Bintang.
Mira: Sinyal terakhir: dekat kubangan lama.
Ratna: Wilayah komodo. Kita jangan berpencar.
Menuju perbukitan, tempat komodo besar tinggal.
Sari: Jejak Bintang! Dia juga lewat sini.
Mira: Kamu memang penjaga taman sejati.
Ratna: Komodo besar. Kita memutar saja.
Mira: Aku belum pernah sedekat ini.
Sari: Segini cukup dekat. Kata Mama begitu.
Bip... bip...
Sari: Dengar! Ada bunyi bip!
Mira: Itu dia!
Sari: Bintang menemukannya duluan!
Ratna: Kita tunggu. Ini rumahnya juga.
Sari: Aku bisa sabar, kok.
Plup!
Sari: Dapat!
Mira: Tunggu... ini apa?
Sari: Penyu! Di pantai Bintang!
Ratna: Anak-anaknya akan menetas saat musim hujan.
Episode 3: Badai Musim Hujan
Beberapa minggu kemudian, badai besar pertama musim hujan menerjang saat Sari dan Mira berada di sarang penyu. Mereka berlindung di pos sepanjang malam, menemukan Bintang selamat di bawah kolong pos, lalu membersihkan puing-puing badai dari sekitar sarang.
Delapan minggu kemudian, musim hujan tiba.
Sari: Sebentar lagi, penyu kecil.
Kreess!
Ratna: Badai datang cepat. Segera kembali ke pos!
Sari: Bintang di mana?
Mira: Dia tahu cara bersembunyi. Lari!
GELUDUAR!
Ratna: Cepat, masuk!
Ratna: Pos ini sudah bertahan melewati tiga puluh musim hujan.
Sari: Semoga Bintang menemukan tempat bersembunyi yang aman.
Sari: Foto mana yang paling kamu suka?
Mira: Aku belum memotretnya.
Kriiiet!
Sari: Hujannya berhenti! Langitnya cerah!
Sari: Bintang! Kamu tidur di bawah rumah kami!
Ratna: Komodo pintar. Biarkan dia istirahat.
Sari: Sarangnya! Patok-patoknya hilang!
Ratna: Telurnya tertanam dalam. Mereka aman.
Sari: Dan jalan ke laut sudah bersih!
Episode 4: Matikan Lampu
Di bawah bulan purnama, telur-telur penyu mulai menetas, tetapi para pengunjung menerangi pantai dengan lampu yang terang. Sari berani meminta mereka mematikannya. Anak-anak penyu pun sampai ke laut, dan foto-foto Mira membantu menjadikan pantai Bintang kawasan lindung.
Ratna: Kalau pasirnya ambles, mereka akan keluar.
Sari: Malam ini? Benarkah?
Sari: Selamat malam, Bintang.
Komodo tidur malam hari. Anak-anak penyu pun aman.
Mira: Anak penyu mengikuti cahaya. Mereka bisa salah jalan!
Sari: Tolong matikan lampunya! Anak-anak penyu menetas!
Klik. Klik. Klik.
Satu per satu, lampu pun padam.
Sari: Mereka keluar!
Ratna: Malam ini tanpa lampu. Hanya bulan.
Delapan puluh dua tukik berlari menuju laut.
Ratna: Jangan sentuh. Ratakan pasirnya saja.
Sari: Ayo, kecil. Lautnya di sana!
Ratna: Mulai hari ini, pantai ini dilindungi.
Sari: Untuk penyu, dan untuk Bintang!
Pantai itu tetap alami. Dan kini punya penjaga baru.
Sari: Sampai besok, Bintang.