Pembuat Jam dari Hutan Hitam
Cerita bergambar oleh Atlas & Ash · Fantasi · Artistik · Semua umur · Inggris, Turki, Jerman, Spanyol, Portugis, Prancis, Indonesia, Tionghoa, Jepang, Korea
Juga tersedia dalam: English · Türkçe · Deutsch · Español · Português · Français
Saat pembuat jam tua jatuh sakit dan musim dingin tak kunjung usai, muridnya harus memperbaiki jam besar yang memutar musim di hutan.
Di sebuah desa pembuat jam di Hutan Hitam, Liesl yang berusia lima belas tahun mengetahui bahwa jam kukuk milik gurunya, Anselm, diam-diam memutar musim, dan satu jam besar di jantung hutan mengendalikan semuanya. Saat sang guru jatuh sakit di tengah musim dingin, jam-jam mulai berhenti dan salju membeku di udara. Kuno, burung kukuk kayu yang bisa bicara dari jam tertua, menuntunnya ke hutan beku, tempat Rusa Perak mengujinya. Di jam besar itu, ia menemukan roda gigi yang retak, dan jawabannya ada pada burung kecil bengkok yang diukirnya sendiri.
Karakter
- Liesl (Murid pembuat jam): Murid berusia lima belas tahun dari pembuat jam tua di desa. Ia terampil membuat sesuatu, tetapi kurang percaya diri.
- Master Anselm (Pembuat jam tua): Pembuat jam desa selama enam puluh tahun, yang diam-diam menjaga jam-jam pemutar musim.
- Kuno (Burung kukuk kayu yang bisa bicara): Burung kukuk ukiran dari jam tertua di bengkel, yang terbangun saat musim terancam.
- The Silver Stag (Penjaga hutan): Rusa putih purba dengan tanduk seperti dahan berselimut embun beku, penjaga jantung hutan.
Episode 1: Jam-Jam Musim
Liesl mengetahui rahasia besar bengkel itu: jam-jam milik gurunya memutar musim di hutan. Saat musim dingin mencapai puncaknya, sang guru jatuh sakit, jam-jam mulai berhenti, dan burung kukuk dari jam tertua di bengkel tiba-tiba bicara.
Hutan Hitam, 1847. Sebuah desa pembuat jam.
Master Anselm: Dengarkan dulu sebelum memperbaiki, Liesl.
Liesl: Kedengarannya lelah. Seperti menghela napas.
Liesl: Burung pertamaku. Bentuknya miring.
Master Anselm: Ia jujur. Simpanlah baik-baik.
Liesl: Salju turun! Apa Guru yang membuatnya?
Master Anselm: Jam-jam kita menjaga pergantian musim.
Master Anselm: Dan satu jam besar menjaga semuanya.
Master Anselm: Setiap musim semi, kuputar pegasnya. Kelak, giliranmu.
Liesl: Aku? Mengukir burung saja susah.
Lalu musim dingin yang pekat tiba, dan sang guru jatuh sakit.
Liesl: Istirahatlah, Guru. Biar kujaga bengkel ini.
Tik... tok... tik...
Liesl: Kenapa sunyi sekali?
Liesl: Saljunya... berhenti di udara!
KUKUK!
Kuno: Akhirnya ada yang bangun! Jam besar hampir berhenti!
Episode 2: Ke Hutan Beku
Dengan kunci kuningan milik gurunya dan burung kukuk yang bisa bicara di bahunya, Liesl berangkat ke hutan beku. Ia mengikuti detak samar jam besar, lalu dihadang Rusa Perak saat fajar.
Kuno: Kalau jam agung berhenti, musim semi takkan datang!
Liesl: Tapi aku cuma murid.
Master Anselm: Kunci ini memutar jam agung. Percayalah pada telingamu.
Liesl: Aku akan membawa musim semi kembali. Janji.
Saat fajar, Liesl berangkat ke jantung hutan.
Kuno: Belok kiri di air mancur, lalu masuk hutan!
Kuno: Ikuti ukiran burung itu. Peninggalan para ahli dulu.
Liesl: Penandanya tertimbun. Sekarang ke mana?
Kuno: Dengarkan sebelum memperbaiki. Ingat?
Liesl: Aku dengar... detaknya. Ke sana!
Kuno: Hati-hati! Aku tak bisa berenang. Aku burung jam!
Liesl: Lihat. Mereka juga menunggu musim semi.
Kuno: Kalau begitu, kita tak boleh terlambat.
Kuno: Rusa Perak. Penjaga jantung hutan.
The Silver Stag: Hanya ahli jam sejati boleh lewat. Apakah kau salah satunya?
Liesl: Aku... sedang belajar menjadi ahli jam.
Episode 3: Jantung Hutan
Liesl lolos ujian mendengarkan dari Rusa Perak dan mencapai jam besar yang membeku di dalam pohon cemara tua. Ia menemukan roda gigi yang retak, tetapi kayu beku terbelah di tangannya. Lalu ia teringat burung kecil bengkok di sakunya.
The Silver Stag: Tiga jam. Hanya satu yang tepat. Pilihlah.
Kuno: Psst! Yang emas, pasti?
Liesl: Ssst. Berkilau belum tentu tepat.
Liesl: Yang ini. Detaknya seperti jantung.
The Silver Stag: Kau mendengar seperti gurumu. Ikut aku.
Jantung hutan.
Liesl: Besar sekali.
Kuno: Pelan-pelan! Itu lebih tua dariku!
Liesl: Roda gigi musim semi retak. Satu giginya hilang.
Kuno: Bisa kau perbaiki?
Krak!
Liesl: Kayunya beku. Tak bisa dipakai!
Liesl: Guru, apa yang akan Guru lakukan?
“Simpan di dekatmu,” kata sang guru.
Kuno: Burung pertamamu!
Liesl: Kayu musim panas. Kering dan hangat. Mungkin bisa!
Episode 4: Panggilan Pertama Musim Semi
Liesl mengukir gigi roda baru dari burung pertama buatannya, memutar jam besar dengan kunci gurunya, dan Kuno bernyanyi memanggil musim semi kembali ke hutan. Ia pulang ke desa yang mulai mencair dan gurunya yang telah sembuh.
Liesl: Sayat sedikit. Pelan dan tepat.
Klik!
Kuno: Pas sekali!
Liesl: Keras sekali...
Kuno: Bersama! Satu, dua, tiga!
TOK!
Liesl: Bergerak! Bergerak!
Kukuk! Kukuk!
Dan hutan pun mendengar panggilan pertama musim semi.
The Silver Stag: Kerja bagus, pembuat jam.
Liesl: Pembuat jam... aku?
Kuno: Dengar! Seluruh desa berdetak lagi!
Master Anselm: Aku dengar kukuk bernyanyi. Aku tahu itu kau.
Liesl: Aku mendengarkan sebelum memperbaikinya.
Master Anselm: Alat-alat ini kini milikmu, Empu Liesl.
Liesl: Belum jadi empu. Tapi suatu hari nanti.
Sejak itu, musim semi selalu datang tepat waktu.
Kuno: Kukuk! Tepat waktu!